“Hahahaha….,” balasku dengan candaan, “err, tapi… apa gunanya bilang ke aku?” Senyuman Rini terhenti sejenak. Bokepindo Aku menciumnya, dia menerimanya, lidah kami saling menjilat namun ia masih menangis. Kubuang beha dan celana dalam Rini, kusembunyikan diantara kardus-kardus. “Kamu gak papa?” tanyaku lagi. Pada akhirnya kami berdua orgasme bersamaan, kali ini aku tidak mengeluarkan penisku. Kubuang beha dan celana dalam Rini, kusembunyikan diantara kardus-kardus. Wajah Rini nampak kesaitan, ia merintih dan hampir berteriak. Aku menciumnya, dia menerimanya, lidah kami saling menjilat namun ia masih menangis. Aku mencuci mukaku di wastafel.Kulihat wajahnya yang tertidur pulas, kuambil stungun dari tasnya. Si penjual batagor bertanya kepadaku, “mas, neng Rini gimana kabarnya mas?” Aku bingung dan bertanya balik, “Ane juga nyariin doi tu, emangnya kenapa bang?” “Itu loh, rencana nikahnya kan batal gara-gara calon suaminya ngaku ngehamilin




















