Aku hanya terdiam menatap wajah Pak Nono. Bokepindo Di sepanjang perjalanan beliau mengajakku berbicara kesana kemari. Aku tetap kesakitan dan berteriak hingga aku meneteskan air mata. Aku mengganti pakaianku tanpa menanggalkan BH dan CD-ku.Ketika aku keluar, Pak Nono sedang duduk di sofa sambil meminum teh, beliau mempersilakan aku duduk di sebelahnya. ucap beliau sambil menatapku tajam. Lalu beliau bangkit dan membersihkan vaginaku dengan handuk hangat.Aku berkaca dan melihat tubuhku yang berubah menjadi merah, karena bekas cupangan dan hisapan-hisapan Pak Nono. Pak Nono mengatakan mungkin putrinya belum kembali dari kuliah. Aku hanya tersenyum sekaligus kaget.Entah kenapa Pak Nono mengelus-elus rambutku yang masih basah, aku pun hanya terdiam karena kaget dan tak kuasa menolaknya.




















