“Ah.. “Ray!” Sebuah suara lirih berbisik di telingaku. Bokep Membuatku salah tingkah dengan kegelianku sendiri. “Chie, sudahlah.”
“Ray, Papa udah nggak ada.”
Kuusap belakang kepalanya, menekan tengkuknya, berusaha melegakannya. Sebagai seorang kekasih dan seorang teman, tidak seharusnya ia meninggalkan Chie seperti ini, dan sekedar meneleponku untuk menyampaikan, “Ray, maaf aku tidak bisa ke rumah Chie. “Sentuh aku, Ray!” desahnya di dadaku. Tertawa kecil. “Ray, aku menyayangimu.”
Ah, Chie. Waktu itu… aku yang memintanya.”
“Ah?”Surabaya, Keesokan Harinya“Ray, si pemburu. Jay bangkit berdiri dan menghampiriku. Jay menolehkan kepalanya ke arah mobil. Dan aku masih sering menghubunginya. Apalagi di saat-saat seperti ini.




















