Lama-lama keduanya tertarik dan akhirnya pingin kenalan sungguh.”“Udah kawin keduanya?” tanyaku lagi. Bokepindo “Luar biasa Mas Ardy ini!”Aku mencabut kemaluanku dari kemaluan Fenny. “Jelas dong”, sahutku. Tanganku menyapu lembut kulit pantatnya yang mulus tapi padat. Dewi menjerit karena orgasme yang menggelora.Kusentakkan tubuh Dewi ke atas. Ya.. “Jelas dong”, sahutku. Kedua wanita montok ini telah puluhan kali merasakan kejantananku. Satu persatu dilepaskannya sehingga yang tertinggal hanya celana dalamku saja. Kho Ardy dilayani kami berempat khan enak.”
“Terima kasih Yen”, kataku setelah yakin. Dewi dan Fenny memandikanku. Buah dada keduanya menempeli lengan kiri dan kananku sementara kedua tanganku merayapi bongkah-bongkah pantat keduanya yang montok dan padat. Yang kurasakan hanya geletar-geletar nikmat yang menjalari seluruh bagian tubuhku dan meledak-ledak di denyutan kemaluanku.Melepaskan kuluman di kedua puting susuku, Fenny menyusuri perutku dan mendekati selangkanganku.




















