Dia langsung menebas putus bagian bayangan Bayang Ireng yang merobek kainnya, tapi tak ayal kainnya terobek sehingga paha, betis, sampai kaki tersingkap. Bersama… Ratri. Bokepindo “Lihat penthilmu ngaceng, den ayu,” goda Bayang Ireng. Tapi sebelum Sekar berhasil, dia merasakan leher dan tubuhnya dililit! Si pendekar perempuan lebih banyak menyerang, seolah hendak menghabisi lawan dengan sabetan dan tusukan pedang. Sekar pun kelenger karena serangan dahsyat itu. Mulutnya sesak diisi lingga raksasa Bayang Ireng.“HUNGGGHHH!!” Bayang Ireng menggerung keras dan seram. Puncak kenikmatan melanda sekujur tubuhnya, sampai dia benar-benar lupa diri. Dan sebagai prajurit aku harus mematuhi sabda Panglima-ku, membantu beliau sekuat tenaga.”
Pendekar perempuan yang dipanggil Sekar itu melompat berdiri sambil cemberut. Sekar pun kelenger karena serangan dahsyat itu.




















