yuk pulang” berasal dari luar kostankukami tersadar dan segera berdiri memakai pakaiansetelah berpakaian aku tersenyum pada rida“terima kasih ya rida sayaang, pengalaman pertamaku yang sungguh hebat”“aku juga ya angga, hebat kamu, aku puas, hihi” jawabnya sambil menciumkudan berlalu pergi keluar kamar kostkudisaat mobil rombongan dangdutnya berangkat pergi,aku baru menyadari belum sempat meminta nomor telponnyatidak punya akses untuk bertemu dengannya lagitapi walaupun begitu dia tetap meninggalkan kenang – kenangan buatkusebuah celana dalam putih yang aku simpan sampai saat ini. Bokepindo bantu apa rida?” aku semakin gugup“cebokin aaku” wajahnya sangat nakal“haaaa…. Perkenalkan namaku angga, umurku saat itu 18 tahunaku berasal dari kampung dan baru mulai kuliah di kota besar iniaku tidak pernah mengenal dunia malam dan termasuk culunsehingga dapat disimpulkan aku begitu awam dalam hal wanitaSaat pulang dari kuliah, didepan kostanku banyak pemuda sedang




















