Nadia sangat perhatian padaku dan terus saja mengirimkan SMS yang menanyakan kegiatanku dan lain-lain. Bibir Nadia sangat tipis dan hangat, beberapa detik kunikmati bibirnya yang menempel pada bibirku. Bokepindo Sedih sekali melihatnya seperti itu. Nadia menarik tanganku dan menempelkan telapak tanganku ke selangkagannya. Kucoba sandarkan tubuhku ke kursi dan benar saja.Nadia langsung menyandarkan kepalanya di bahuku. Semuanya berjalan normal sampai suatu hari. Sehabis makan, aku segera pergi ke ruang tv menemui Nadia yang sedang asik mencari siaran film-film box office yang biasa diputar di tv saat larut malam.“Duduk sini,…deket gue” suara Nadia terdengar saat kakiku mulai menginjak ruang tv.Sambil memegang sekaleng minuman dingin, perlahan kutempatkan tubuhku tepat disampingnya. film pun berganti adegan, sekarang pemeran cowok di film itu mulai menggerayangi tubuh pemeran wanitanya.




















