Terlihat ketika itu, tubuh putih mulus Andini berada dibawah tubuh Pak Rahmat yang masih membelai dada dan menjilat bibir dan lidah Andini. Bokepindo Pak Rahmat lalu berdiri, dan menarik tangan Andini hingga berdiri. terima kasih bu. Di sudut mata Andini ada air mata karena keperawanannya telah hilang bukan karena tunangannya tapi oleh laki-laki tua itu.Ia tidak punya pilihan lain karena telah terlanjur di setubuhi Pak Rahmat. Pak Rahmat manggut-manggut mendengar perkataan Andini.Cuaca malam itu tetap hujan deras dan dingin udara terus menusuk tulang, Pak Rahmat mengerti jika Andini khawatir sebab ia masih perawan, namun tekadnya sudah bulat bahwa malam itu Andini harus bisa ia gauli.Dalam kebisuan sikap Andini saat itu, Pak Rahmat kembali meraih tangan Andini dan menciumnya, Andini diam membisu, lalu Pak Rahmat memeluk Andini dan tidak ada penolakan dari Andini,




















