Tak selang berapa lama, ia merubah posisi menjadi berjongkok. Bokepindo Mbak Ratih pun mengurangi tempo hisapannya dan kemudian melepas kontolku dari mulutnya. Aku mengambil dua lembar uang seratus ribuan dan kuberikan pada mbak Ratih.“Uang apa ini mas?” tanya mbak Ratih heran.“Buat beli oleh-oleh anak-anak mbak Ratih” jawabku.“Beneran ini mas?” katanya senang.“Iya mbak…”“Makasih ya mas…”“Tapi ini dulu donk…” kataku sambil kuletakkan jari telunjukku di bibirku dan mbak Ratih pun paham dengan kode yang kuberikan.Kami berdua lantas berciuman sejenak sebelum kemudian ia berlalu keluar menemui suaminya yang sudah menunggunya di luar.Selesai. Aku begelut di dunia usaha sejak aku duduk di bangku SMA hingga belum lama ini aku menyandang gelar sarjana. Sungguh tak tega aku melihatnya. Keduanya memang sudah saling mengenal saat ibu masih sesekali membantu usaha warung makan yang dulu kurintis hingga kini sudah




















