“Dimana Tante?”, aku mendekat meraba-raba dalam gelap ke arah dia. Indo bokep Aku menjawab singkat-singkat saja seperti orang blo’on. Kupandang Tante Ratih yang tergolek miring disampingku. Aku tak tahu benar mengapa dia dan suaminya tak punya anak, dan entah apa yang dikatakan ibuku mengenai hal itu untuk menghibur dia.Apalagi? Yang hitam itu kan si Didit. Kumakan habis selagi berdiri. “Nanti Tante kendorin”. Aku mereguk ludah, kontolku kontak berdiri. Saya yakin paling kurang ada dua butir telor mentah yang dikocokkan Tante Ratih dengan pengocok telur disana, lalu dibubuhi susu kental manis cap nona dan bubuk coklat. Aku mereguk ludah, kontolku kontak berdiri. Dia masih tidak ber-celana dalam dan tidak ber-BH. Laki-laki loyo. Ke-lelakian-ku tersinggung. “Mari makan malam Dit”, ajaknya membuka tudung makanan yang sudah terhidang di meja.




















