sejak kapan kamu manggil aku Mbak?” protes Rini kepadaku “Grogi dia” celetuk Wein. Indo bokep Sesekali aku mencumbu bibirnya, menjilati putingnya, menciumi lehernya, menjilati kupingnya. Ren, as you wish….mmmmmhhhhmmmm” Ya men, plis deh, dia cium silitku, aku dan dia nantinya ciuman, ya apa bedanya aku cium silit sendiri.Aku lanjutkan menjilati memek Rini yang semakin basah. Ya kalo lo mau masuk Kartu Keluarganya bokap gw, pasti dengan senang hati mereka nerima. Malam itu kami lanjut nonton dan pulang ke tempat masing2. “Bro, gimana nih, udah ada keputusan belom?”. Aku pun senang akhirnya aku menjadi ayah dan juga bisa membahagiakan Wein. Dan selain itu, wanita mana sih yang gak ingin punya anak.” Aku terhenyak mendengarnya.




















