Suasana begitu hening dan romantis, kami berpelukan lagi, berciuman lagi, makin menggelora. Bokepindo Aku kadang-kadang sagat merasa bersalah dengan Riris istriku, dan juga ayahku mertua yang baik hati. Kamu nekad saja…, masa’ orang ditindih sekuatnya”, katanya sambil memencet hidungku. Pagi-pagi hari berikutnya, aku ditelepon ibu mertuaku, minta agar sore harinya aku dapat mengantarkan ibu menengok famili yang sedang berada di rumah sakit, karena ayah mertuaku sedang pergi ke kota lain untuk urusan bisnis. Aku masukkan persneling satu, dan mobil melaju pulang. Kerinduan kami selama ini sudah mendesak untuk ditumpahkan dan dituntaskan malam ini. Terus terang saja aku sebenarnya merindukan untuk dapat bermesraan dengan ibu mertuaku itu. Aku buka pakaianku dan penisku sudah benar-benar tegak sempurna. Ibu mertuaku juga sayang sama kami, walaupun Riris adalah anak tirinya.




















