“Sekarang kamu umur berapa?” tanyaku lagi. Indo bokep Akhirnya aku menemukan ide, besok saja aku masukkan obat tidur di minumannya. “Cobain enaknya deh…” kataku. Nanti kalau dia meronta-ronta malah lepas lagi. Lalu pintuku diketok,“Permisi Mas”, ketoknya. Tapi sayang karena lubang yang tersedia kurang memadai, yang terlihat hanya pantatnya saja, soalnya terlihat dari belakang. “Cobain saja sendiri”, dia langsung minum sedikit. Soalnya dia tidak balik lagi. “Santai aja, jangan nangis. Mula-mula dia memijat punggungku dan sambil kuajak ngobrol. Dia selalu bersikap biasa di depanku tapi akunya tidak biasa kala melihat dia. Untungnya setelah dia selesai mandi, keluar kamar mandi menuju kamarnya hanya memakai handuk saja tidak pakai apa-apa lagi.




















