“Ohhh…, Masss…, terusss…”, erang Dian. Bokepindo “Mmm…”, Dian tersenyum sambil merapatkan tubuhnya. Gerakan pinggulku semakinkupercepat. Satu kakinya kuangkat. “Gak dingin kan?”, tanyanya. Aku cuma tersenyum.Dian naik ke atas batu dan mulai menggosok badannya. Kubukacelana pendekku sekaligus dengan CD-nya. Celana Diankubuka sekaligus dengan CD-nya sebatas lutut. “Aku sayang kamu Dian”, bisikku di telinganya. Begitu Dian terlihat mulai menikmatinya, penisku kudorong pelansemakin dalam. Kemudianaku bangun dan membersihkan diri dan diikuti oleh Dian. Berangkat pada tanggal 13 siang dengan perlengkapan camping yangkubawa (tenda, sleeping bag, alat masak dan logistik untuk 2 hari). “Dingin ya Mas”, kata Dian memecah kesunyian. Badan kami setengahmasuk ke dalam air. Kecipak air terlihat di pinggirsungai karena goyangan tubuh kami. Badan Dian kuangkat dan kurebahkan di atas rumput lagi, pantatnyakusanggah dengan kain pantai yang basah.




















