sebuah tamparan keras di pipi Ana menghentikan kata kata gadis itu , rupanya Ana sudah bisa menduga apa yg ada dalam pikiran mantan boss nya , rasa sakit akibat tamparan dan rasa penyesalan menyebabkan air matanya kini mengalir membasahi wajah cantiknya
“pak..tolong !! “yaaa…sebentar……” sebuah suara indah yg sudah sangat dikenal Panji terdengar dari dalam. Bokepindo sementara masih di ruang depan , Tika tak melakukan perlawanan apapun saat Panji melucuti seluruh pakaiannya , entah pasrah , entah takut mengalami hal yg sama seperti kakaknya atau memang sudah terangsang. bisa kesini sebentar ,?” panggil Ana dengan suara bergetar
“ya kak!!




















