Beberapa jam kemudian sampailah aku di gang rumahku. Lekuk2 tubuhnya terlihat jelas karena pakaiannya lekat menempel. Bokepindo Sempat terlintas pikiran nakal yang membangunkan hasratku. Akupun mulai kewalahan menutupi batangku yang mulai berdiri.Selesai masak, kami sepakat makan di ruang keluarga sambil menonton tivi. Kusetubuhi Dian berkali- kali sampai fajar menjelang. Kurasakan vagnya telah basah. Beberapa kali buah dadanya dan pantatnya yang lembut itu mendarat di punggungku. Kurasakan bau anyir darah perawan yang membasahi batangku ketika dengan seperlahan dan selembut mungkin kutarik batangku keluar, hanya sedikit gerakan yang kubuat untuk meminimalisir rasa sakit Dian. Ketakutannya membuat Dian tidak peduli dan terus memelukku. Aku takut” Rengeknya.




















