Dia lalu menutup pintu kandang dan menguncinya.Nyonya Hana lalu berkata, “Nah, budak, kamu sekarang bisa tidur dulu. Bokepindo Aku berteriak dan meronta. Setidaknya, anjing masih diberikan makanan secara teratur dan disayang oleh majikannya. Harga diriku benar-benar diinjak-injak. Mungkin sekitar pukul setengah dua belas. Rasanya sakit sekali. Dia menungguku di sana sambil tertawa terbahak-bahak melihatku datang. Saat itu hari sudah malam. Tubuhku yang kotor dan bugil dibakar sinar matahari sepanjang siang itu. Badanku bergetar dan aku merasa ingin pingsan. Semenit kemudian, dia sudah berdiri di belakangku.Dia lalu mendekatiku dan berkata, “Hei budak, kamu adalah milikku dan saat ini aku ingin sekali menyiksa kamu. Aku ada janji malam ini dengan seorang pria yang jantan dan macho.




















