“Baca di rumah,” bisiknya.Aku lega melihat Mbak Mira datang ke counter bus PATAS AC
seperti yang diberitahukannya lewat sobekan kertas. “Denger ya, aku nggak lagi bercanda. Bokepindo “Alah, pura-pura. Mbak Mira
tidak berhenti mendesah sambil tangannya mengusap-usap rambutku. Kemudian
tangannya langsung membuka kancing dan retsluiting jeans-ku. Saat
Farah ke toilet, Mbak Mira mendekatiku.“Heh, awas kamu jangan macem-macem sama Farah!” katanya
tiba-tiba sambil memandang tajam padaku. Tapi aku
gagal, meski beberapa lama mencoba. Kalau BH-ku rusak, emangnya kamu mau
ganti,” lagi-lagi hidungku jadi sasaran. Kemudian kuarahkan rudalku yang rasanya seperti
empot-empotkan ke lubang vaginanya, kumasukkan seluruhnya. “Lucu kepalamu,” Mbak Mira sewot. Kuperhatikan wajah Mbak Mira
mirip ayahnya sedang Farah mirip ibunya.




















