Si Botak pun kembali mencambuk pantat Dian sebelum ia sempat bergerak. Bokepindo “Sempit kayak begini lo bilang gak perawan? Biar bapaknya liat, apa akibatnya kalo kurang ajar sama kita!” kata si Hitam. Apa saja Bos, yang penting jangan rusak toko saya. Setelah si Hitam dan si Kumis menjauh dari Dian, si Hitam mengayunkan cambuknya ke arah pantat Dian. Ruang tamu saya berada di belakang toko, sehingga cukup jauh dari jalanan.Si botak lalu membekuk tangan Dian ke belakang, lalu mengikatnya dengan tali tambang yang ia ambil dari tas yang sebelumnya dibawa si Hitam. Selama ini, cewe kurang ajar ini gak pernah hormat sama kita! Saya tinggal di sebuah ruko kecil, di mana saya berjualan bakmi di lantai 1.




















