Kami saling menatap. Mbak Lia kurang lebih gres 2 ahad bekerja sebagai atasanku sebagai Accounting Manager. Bokep Dan tak sengaja, kembali mataku terpesona melihat bab dalam kanannya. Sejenak saya berhenti menjilat-jilat sisa-sisa cairan di permukaan kewanitaannya.“Aku puas sekali, Jhony,” katanya. Ketika melepaskan gigitanku, kudengar tawa tertahan, kemudian ujung jari-jari tangan Mbak Lia mengangkat daguku. Sambil menatap pesona di depan mataku, saya menarik nafas dalam-dalam. Kedua bibir kewanitaannya kuhisap-hisap bergantian.Kepala Mbak Lia terkulai di sandaran kursinya. Ia tersenyum menatap hidungku yang telah licin dan basah.“Enak kan?” sambungnya sambil membelai ujung hidungku.“Segar!” Mbak Lia tertawa kecil.“Kau cerdik memanjakanku, Jhony. Sangat kontras dengan pahanya yang berwarna gading.Aku merinding.




















