Aku menindihnya, di saat inilah aku sadar ada sesuatu yang lembut dan kenyal menyentuh dadaku.“Oouugghh,” payudara Sava merubah caraku memagut, aku masukan lidahku lebih dalam lagi, tanganku gak hanya bermain di sekitar punggungnya. Masih terlalu kecil daripada kehangatan yang selalu dan selalu Sava berikan. Bokepindo Savana yang saat ini ku lihat bukanlah Savana sebelum 13 hari yang lalu. Mataku terpejam merasakan kehangatan yang begitu lembut ini.*****
“Qora sayaaaaaaaaang,” entah darimana datangnya, Sava begitulah aku memanggilnya, sudah mendekap tubuhku erat dari belakang. Saat itu dia masih selalu mengeluh atas apa yang Tuhan berikan padanya. Kami tertawa geli, sampai-sampai Sava memegang perutnya. Lalu Sava membuka pintu mobil kemudian memasukinya.




















