Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Bokepindo Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. Tapi Erik menahanku dengan kuat. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat. Aku pun berteriak lebih keras dari sebelumnya.“Ohh..Maria.”
Aku merasakan tangan Erik meremas pinggulku dengan kuat. Kami bertiga sangat bahagia.Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Jangaan!!”, aku berteriak ketakutan.Terlambat, aku sudah telanjang total. Kemudian berteriak,
“Kenapa??!! Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Pintunya terbuka sedikit. Aku..melakukan kesalahan apa?”Tanpa banyak bicara, Erik menggeretku ke tempat tidur, mencopot dasinya dan menggunakannya untuk mengikat kedua tanganku dengan kencang.



















