Seluruh mata memandang perbuatannya atas diriku, wajahku kembali memerah menahan malu akibat pelecehan ini. Bokepindo Nantang ya? Hehehe..Tetapi dia mengacuhkan senyumanku, dan memalingkan mukanya.Iiih, sombongnya. Tetapi membantah akan membuat posisiku semakin terjepit, bisa-bisa saya ditinggalkan di tengah hutan perkemahan ini sendirian.Malam kulewati dengan rasa sangat bosan, karna seluruh panitdia cewek telah tertidur. Lemparanku mengena, tetapi si pengintip terus berlari dan saya tidak kuat lagi mengejarnya.Saya kembali ke tenda dengan marah besar, sambil mencari Adrian hendak melaporkan perbuatan anggotanya.Kudekati tenda panitia, Astagfirullah saya melihat Supri salah seorang panitdia tengah onani sambil mengintip ke arah semak-semak. “Saya tertawa terbahak-bahak sampai kausku yg mengantung terangkat, pusarku terlihat. “tanganku menyusuri kepalanya, mengelus-elus lehernya.Kepala Adrian tegak menghadap kedepan tatapannya lurus tajam menatap kedepan.




















