Aku berlari berputar-putar di bilik kamarnya, menghindari sergapan kakakku. Tapi aku tak mau berlama-lama. Bokep Reflek, Mbak Sekar mencoba menutupi mulutku dengan telapak tangannya, begitu melihat gejala aku nyaris terpingkal karena kegelian. Tampaknya, sejenak ia mengurangi intensitasnya, bahkan, perlahan-lahan Ia bangkit, membetulkan kainnya, dan berjalan gontai meninggalkan kamar. Meski saat itu aku baru lima tahun, tapi keingin-tahuanku atas banyak hal sangat besar. tiba-tiba di tengah deraan kantuk yang begitu hebat, T e r j a d i! “Mbak..” aku tercekat tak mampu meneruskan kalimatku saat ia ku lihat juga sangat terkejut melihat kehadiran ku, yang sama sekali tak di duga-duga. Terpaksa deh pasrah. Atau,
“Wah.. Aku tak menjawab, dan langsung berlari, meninggalkannya. Theng.. Biasanya saat-saat seperti itu adalah saat favoritku. Tapi itu kini tak lagi menyiksaku.




















