Ah, bangsat!Aku membuka mataku dan menguceknya. Namun aslinya jantungku sangat berdebar. Bokepindo Segera kusiramkan air ke kakiku dan barulah kusiramkan ke tubuhku.Tiba-tiba, insiden memalukan yang baru saja terjadi hinggap ke pikiranku. Namun aslinya jantungku sangat berdebar. Kurasakan kakiku yang paling nyeri di antara semuanya. Lalu aku menyingkap selimutku dan keluar dari ranjangku. Sekilas aku dapat mencium bau harum tubuhnya. Setelah beberapa saat, barulah ia membuka matanya tersebut.“Tante! Namun karena kesadaranku belum terkumpul seutuhnya, maka pandanganku agak sedikit memburam. Lupakan aja,” kataku dengan cuek.“Tapi jujur aja, punya kamu gede juga loh, hihihi…”Aku hanya geleng-geleng kepala mendengar penuturan tanteku ini. Bagaimana kalau aku tunjukkan lagi ya barangku ke Tante sekali lagi? Aku hanya berterima kasih saja kepada perhatian dari tanteku ini.Untung saja aku sudah bisa mengendalikan diriku sendiri.




















