“Kok kamu tidak bawa uang ini?”, teriakku. “Om, apakah saya boleh memakai kamar kecil?” Aku menoleh ke arah datangnya suara merdu itu. Bokep Aku sudah tidak tahan lagi. Wajah Ermita kini terlihat cerah dan segar, tidak lagi kuyu dan letih seperti tadi. Aku menyiapkan semuanya. Entah darimana dia disambar keponakanku. Wajahnya penuh airmata.“Kenapa jadi begini, Ermita? Saya akan mengambil perawanmu setelah aku punya sepuluh juta.”Kutarik dia dari kursi dan kubimbing ke garasi. Aku hendak bertanya dia sekolah sebenarnya dimana, karena tak pernah kulihat dia di sana, tapi Rena sudah menarikku pergi, sehingga aku harus melambai ke dia.“Om, Mita kepingin dibikin mabuk lagi sama Om dan tidur lagi di kamar Om!” Kudengar dia mengatakan itu berteriak ditahan ketika kami sudah menjauh.




















