Aku tidak berpakaian kini. Pintu salon kubuka.“Selamat siang Mas,” kata seorang penjaga salon, “Potong, creambath, facial atau massage (pijit)..?”“Massage, boleh.” ujarku sekenanya.Aku dibimbing ke sebuah ruangan. Bokepindo Itu artinya ia tidak mau diganggu. Toh ia sudah seperti pasrah berada di dekapan kakiku.Aku harus, harus, harus..! Kring..! Makin lama makin jelas. Lihat saja ia sudah separuh berlutut mengarah pada Junior. Tidak terlalu ayu. Tetapi eh.., diam-diam ia mencuri pandang ke arah juniorku. Dia mau pulang dulu ngeliat orang tuanya sakit katanya sih begitu,” kata Hawin.Setelah beberapa lama menyodoknya, “Terus dong Yang. Aku mengikutinya. Ia tersenyum ramah. Aku tidak ingat motifnya, hanya ingat warnanya.“Mau dipijat atau mau baca,” ujarnya ramah mengambil majalah dari hadapanku, “Ayo tengkurep..!”Tangannya mulai mengoleskan cream ke atas punggungku.




















