“Iiiih… punya Bapak kok panjang gede gitu…. Bokepindo Yang tak mungkin kulupakan.Tamat “Emang punya suami Bu Evi seperti apa?” tanyaku. Tapi dia menepiskan tanganku.“Duduknya di belakang saja Pak, di sini takut dilihat orang”
Senangnya hatiku. Dan kuraih pinggangnya, sampai berada di atas tempat tidur yang lumayan besar.Lalu kami bergumul di atas tempat tidur. Bahkan setelah tiba di lokasi, aku tak berpikir yang aneh-aneh. Bu Evi sedang ngobrol dengan istriku. Dengan mudah kudapatkan hotel kecil di luar kota, sesuai dengan keinginan Bu Evi, karena kalau di dalam kota takut kepergok oleh orang-orang yang kami kenal. Aku mengangguk dengan senyum. Masa cukup dengan remas-remasan tangan?Sesaat kemudian, lengan kiriku sudah melingkari lehernya. Tapi barusan dilepas di dalam, nggak apa-apa ?”
“Nggak apa-apa, aku kan ikut KB sejak kelahiran anak kedua…” sahutnya dengan senyum manisnya.




















