Saya mempunyai buku catatan harian tentang hidup saya. Bokepindo Saya bukan pelacur kelas Kramat Tunggak apalagi Monas di Jakarta atau Gang Dolly di Surabaya. Setelah itu ditarik secara pelan-pelan. Disapunya dengan bibirnya semua daerah sensitif di sekitar mulut, dada dan leher. Mula-mula kaki saya dipijatnya pelan-pelan, enak sekali rasanya. Saya tidak pernah diskriminasi, apakah pembeli saya itu seorang pejabat atau konglomerat. Mulai dari menciumi, meraba-raba badan dan buah dada, dan terakhir menyutubuhi. Bokong saya diputar-putar, dan nafsu seks saya semakin bertambah. Lalu berapa gajinya? Dia menurut. Statusku bersuami dengan 2 orang anak. Itu rahasia perusahaan.Tetapi yang jelas, sebagai seorang penjaga putri cantik, atau penjaga kebun wisata, sekali waktu dia saya beri kesempatan untuk mencicipi atau menikmati keindahan kebun itu.




















