Begitu pula ibu. Bokep dasar munafik! teriaknya. Aku meninggalkannya, aku berlari menuju kereta yang sudah siap mengantarku ke Surabaya. Tanpa sadar, kebiasaan burukku ketika sebal muncul. Jangan sekali-kali merengek dan memohon belas kasihan dengan mengatakan jangan bang jangan bang! Ah entahlah. Setelah sampai di Surabaya kita ke SAhid. kamu saying nggak sama aku? Aku mulai terseret kembali ke tengah lautan kenikmatan. Angin berhembus kencang, membawa uap dingin yang tertahan di awab. Aku kembali dilanda bingung: senang, takut, nikmat, curgia. Kereta berikutnya berangkat satu jam yang akan dating. kukakan dengan ketus. Sayangnya dia membawa mudharat lain yang tidak kalah bahayanya: ROKOK. Ini benar-benar terjadi pada saya. tetap tolak dengan tegas walopun dia mengancam. Bisakah pertemuan kami yang sekejap ini menjadi sebuah ajang berkasih-sayang? Salah satu diantaranya adalah seorang pemuda yang lumayan em cute.




















