Ternyata kembali Cinta salah. Terdengar desah nafas panjang sebelum laki-laki itu melanjutkan kata-katanya. Bokepindo Om Ridwan mengangguk. Kini kartu AS mereka berdua sudah saling terbuka. Om Ridwan pun terlihat tegang menunggu jawaban gadis cantik itu. Tak lama pelayan itu selesai mencatat pesanan mereka berdua. “Oh gitu, ya udah aku berangkat dulu kalo gitu”. Dilain pihak Cinta nampak panik. “Kalo gitu kasi cium dulu dong hehehe”. “Gak apa-apa kok Om”, sahut Cinta. “Serius amat? Ia cukup tahu tabiat mesum rekannya, Rudi. Apalagi kalau memang benar Om Ridwan kenal dengan pembimbingnya, itu berarti keuntungan baginya. “Udah lama Om?”. Rambutnya yang mulai jarang dan sedikit memutih, menunjukkan kalau ia adalah sosok yang intelektual. Namun sekali lagi, perkiraan Cinta salah.




















