Sampai akhirnya si Junior saya bergerak bangun, memenuhi bagian sempak dan setengah kepala si Junior mulai keluar.eh eh eehhhh, ini kok bangun. Bokepindo Geli apa enak?. dah, ah. Ah, Mama, itu tandanya dia masih normal, Ma.Hmmmm, wow besar juga, adeknya, kata si Mama Mertua sambil memegang si Junior dari balik CD.Ngak sebesar punya Kuda kali, Ma, jawab saya. Mau nambah lagi neh, bang. Menikmatinya. Mertua semakin menahan kami untuk tetap tinggal dengan mereka.Sejak kelahiran anak pertama itu pula mertua perempuan saya semakin sering ke kamar untuk menegok cucu, bahkan sering pula sampai tertidur menemani cucunya. Mama dah lima tahun lebih gak di sentuh Papa Mertuamu.




















