Ku langkahkan kaki menuju kamar dan aku tidur disamping sahabat karibku Rudi.Sebulan setelah kejadian itu Mbak Mifta lulus sekolah kemudian atas saran kedua orang tuanya ia melanjutkan kuliahnya di Yogyakarta. ” tolong pijitan kepala Mbak Den ” pintanya
” bisa sih sedikit mbak, kenapa?, kepala Mbak sakit, yg sebelah mana yg sakit Mbak ” sembari mulai kupegang kepalanya tepat diatas jidatnya, kutekan perlahan-perlahan.Tapi pandanganku tetap ke arah TV, tapi sumpah enggak tahu pikiranku mulai porno, sementara dibalik celana hawaiku, k0ntolku nggak bisa diajak kompromi makin menegang. Bokepindo olah sedang pusing, atau memang pusing beneran aku tak tahu waktu itu. Salam sayang ku buat Mbak Mifta yg cantik jika sempat baca cerita ini semoga engkau tetap sayang padaku “melati”mu.




















