“Jangan datang lagi ke sini. Bokep Tapi juga jadi pendampingnya di ranjang dan menjadi penghangat tubuhnya. Tujuanku datang ke Jakarta sebenarnya untuk merubah nasib. Ahh.., Cepetan dong, aku sudah nggak tahan nih..”, desah Nyonya Wulandari dengan suara rintihannya yang tertahan.Nyonya Wulandari menjepit pinggangku dengan sepasang pahanya yang putih dan mulus. Seakan dia tidak percaya kalau di kota yang super sibuk dengan orang-orangnya yang selalu mementingkan diri sendiri, tanpa peduli dengan lingkungan sekitarnya, ternyata masih ada juga orang yang dengan tanpa pamrih mau menolong dan membantu sesamanya. Wanita ini benar-benar seorang maniak. Dan di rumah, menu makanankupun tidak sama dengan pembantu yang lainnya. Padahal aku sendiri perlu dikasihani. Aku sempat terlunta-lunta, tanpa ada seorangpun yang mau peduli.




















