Aku tanya sama Mbak yang di resepsionis dan katanya Mila kantornya itu tuh yang dekat GM nya katanya dengan sinis (mungkin dia nggak pernah diperhatikan sang GM).Dengan berpakaian necis lengkap dengan dasi dengan confident aku datangi kamar kerjanya Mila. Bokepindo mmhh!!”.Mila mulai mengeliat mencoba membebaskan dirinya, akan tetapi semakin tangannya bergerak maka semakin kencang juga ikatan yang ada di buah dadanya yang gede itu. Masuk, keluar, masuk, keluar, berkali-kali hingga spermaku muncrat. Teorinya dari badan dulu, tapi aku takut dia terbangun, jadi biaraman tangannya dulu.Tangan kiri kuikat erat pergelangannya, juga tangan kanan. Matanya kutatap, berkaca-kaca, Mila meronta-ronta kali ini apa daya lakban perak sudah mengikat erat dan merekat di tubuhnya, Mila menangis tersedu-sedu, putus asa dan pasrah.




















