Aku memang masih tidur dengan nenekku, di ranjang besar terbuat dari kayu jati yang sudah tampak usang. Bokep Sebenarnya hal itu tak menggangguku lagi, begitu aku terlelap. Mereka pikir petir telah menyambar kakakku. “Uuh.. Napasnya terdengar teratur, terbukti dari helaan di dadanya yang turun naik dengan lembut. Benar saja, kembali Nenek diam saja, dengan posisi tangan masih menempel di kemaluan, tetapi masih tertutup kain batiknya, sehingga aku tak mampu melihat bentuk dan sensasi berada dalam zona terlarangnya. “Nah, ini dia Mbak,” gumamku tanpa rasa bersalah, saat aku temukan gumpalan kain berikutnya, yang tentu saja mirip dengan yang terpasang di cekungan kutangnya. Aku, sebut saja namaku Jack, dengan bertelanjang dada dan kaki tanpa alas sandal, larut dalam kegembiraan bersama teman-teman kakak-kakak sepupuku. Biang keladinya tentu saja sinar lampu teplok yang tak seterang lampu


















