Setiap hari, matanya tidak luput memandangku dari ujung rambut sampai kaki. Bokep Lalu Mas Hendra menanyakan sebab perubahan sikapku itu. tanyanya. Dirumah perasanku tak tenang dan itu aku diamkan saja dari Mas Hendra. Tubuhku saat itu penuh dengan keringat dan bercampur dengan keringat Pak Rojak. Kami mempercayakan rumah kepada mereka jika kami pergi kerja. Dan tidak heran setamat kuliah aku dan Mas Hendra memutuskan untuk nikah, karena kami telah lama pacaran. Dengan minta duit sekitar 10 juta dari tabunganku aku, minta dia keluar. Bukan apa2, di kampungku orangtuaku juga punya mobil seperti itu. gak ada rasanya. jawabku. Aku diam saja saat itu, aku begitu karena pikiranku sudah kosong dan dalam diriku ada semacam gairah yang menghentak untuk dituntaskan dan lepaskan. Perasaanku kepada Pak Rojak serasa ingin terus bersama dengannya.




















